Alat Pendeteksi Banjir berbasis IoT karya MIM PK Kateguhan

Alat Pendeteksi Banjir berbasis IoT karya MIM PK Kateguhan Boyolali Juara Kompetisi Robotik Madrasah

Apa yang dilakukan Arif Rahman Jauhari, 11, dan Sachiko Dzakira Kinasih, 8, ini mungkin masih jarang bagi anak usia sekolah dasar (SD). Berawal dari hobi menyenangi dunia robotik, siswa kelas 5 dan 3 ini mampu menciptakan Alat Pendeteksi Banjir Berbasis IoT (Internet of Things). Karya mereka ini bahkan sudah diakui di kompetisi robotik nasional. Seperti apa kisah di baliknya?

HOSSIANA ANANTA-ISTIQBALUL F, Boyolali

SEJUMLAH siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Program Khusus (PK) Kateguhan, Sawit, Boyolali mengerumuni Arif dan Sachiko. Mereka tampak antusias melihat kedua siswa ini mempraktikkan cara kerja Alat Pendeteksi Banjir hasil rancangannya di halaman sekolah, Selasa (6/11).

Mula-mula, mereka menjelaskan fungsi robot/Alat Pendeteksi Banjir hasil temuannya. Lalu mempraktikkan cara kerja alat tersebut. Teman-teman sekolahnya tampak sangat antusias melihat atraksi singkat dari alat Alat Pendeteksi Banjir tersebut.

Ya, Arif dan Sachiko memang baru saja kembali setelah mengikuti Kompetisi Robotik Madrasah 2018 yang diselenggarakan oleh Kemenag 3-4 November lalu di Depok. Keduanya merupakan salah satu dari dua tim yang lolos ke babak grand final mewakili Provinsi Jawa Tengah. Dalam kompetisi ini keduanya berhasil menduduki peringkat tiga kategori Best Applied.

“Kebetulan setelah mendapat info tentang kompetisi itu, kami langsung melakukan persiapan. Kami menyeleksi anak-anak dari Ekstrakurikuler Robotik untuk menjadi peserta. Akhirnya, terpilihlah Arif,” kata Kepala MIM Kateguhan, Irma Praptiwi ditemui radarsolo.co.id.

Sedangkan Sachiko dipilih karena bakat public speaking-nya. Ia akan membantu Arif dalam mempresentasikan cara kerja Alat Pendeteksi Banjir tersebut pada waktu lomba.“Dua anak ini saling melengkapi. Arif kuat di pemrograman, Sachiko kuat di public speakingnya,” lanjut Irma.

Ada sejumlah proses yang dilalui sebelum akhirnya merakit robot/Alat Pendeteksi Banjir. Setelah melakukan seleksi, peserta diajak berdiskusi dengan guru pembimbing yang berasal dari Robota Robotics School Solo.

Topik yang didiskusikan adalah robot seperti apa yang akan mereka buat. Mengingat tema yang diberikan panitia untuk lomba ini adalah Robot Rescue atau Robot Mitigasi Bencana.

“Awalnya saya ingin membuat alat untuk mendeteksi Tsunami. Tapi karena prosesnya terlalu rumit, jadi disesuaikan dengan keadaan lingkungan saya jadi kami mencoba membuat Alat Pendeteksi Banjir,” kata Arif menimpali.

Irma menambahkan, kondisi lingkungan di wilayah eks Karesidenan Surakarta, khususnya di bantaran Sungai Bengawan Solo, sering terjadi banjir. Alat Pendeteksi Banjir ini dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar daripada alat pendeteksi tsunami.

Ide pembuatan Alat Pendeteksi Banjir kemudian dimatangkan konsepnya. Selanjutnya dituangkan dalam sebuah proposal untuk diseleksi oleh panitia lomba. Setelah lolos seleksi, guru pembimbing melakukan sejumlah riset. Butuh waktu sekitar satu pekan untuk merampungkan riset hingga proses merakit robot sampai jadi.

Irma mengaku bangga dan bersyukur dengan prestasi yang dicapai siswanya ini. Padahal, Ekstrakurikuler Robotik di sekolah ini baru saja dimulai lima bulan lalu. Namun sudah bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan.

“Kami bersyukur atas prestasi ini. Saya berharap nantinya robotik sekolah kami juga bisa mengikuti ajang di kancah internasional,” kata Irma. Selama proses persiapan, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti adanya titik bosan dan jenuh yang dirasakan Arif dan Sachiko. Untuk mengantisipasi hal tersebut, model pembelajaran yang digunakan dibuat variatif. Yakni, dengan menekankan sistem kekeluargaan. Anak dibiasakan untuk tidak bergantung dengan satu guru. Anak-anak juga diberi penjelasan tentang alat dan bahan yang berkaitan dengan robotik sejak awal. Mulai dari pemahaman alat, cara penggunaan, hingga bagaimana cara mendapatkan.

“Kami menggunakan sistem pembelajaran dengan kurikulum dan silabus yang jelas. Semuanya disesuaikan dengan porsi anak-anak. Karena levelnya anak-anak, maka teknologi yang digunakan adalah teknologi tepat guna dan simpel. Alat yang digunakan pun mudah ditemukan di pasaran,” beber Dimas Febriyan Priambodo, salah satu anggota tim pembimbing robotik MIM PK Kateguhan.

Dalam Alat Pendeteksi Banjir ini terdapat tiga komponen utama, yaitu wemos, servo, dan sensor ultrasonic. Wemos merupakan arduino yang sudah terintegerasi dengan chip wifi. Artinya, itu adalah arduino yang biasa dijual di pasaran, hanya saja sudah jadi satu dengan wifi sehingga tidak perlu memasang wifi lagi.

Servo digunakan untuk menggerakkan pintu air. Sedangkan sensor ultrasonic digunakan untuk membaca ketinggian air. Ketiga komponen tersebut dirakit dalam sebuah wadah berbentuk persegi panjang yang terbuat dari bahan akrilik.

“Cara kerjanya, pertama-tama kita lakukan pemrograman. Setelah selesai, kita atur id dengan cara mendaftar di aplikasi Telegram. Lalu disambungkan ke server IoT tim kami bernama Jatayu. Jika semua sudah terhubung, tinggal pencet hotspot di smartphone dan sambungkan ke wemos,” terang Yohana Kusuma Kristiani, rekan satu tim Dimas.

Melalui proses yang dijelaskan Yohana tersebut, robot pendeteksi banjir akan mengirimkan sinyal atau tanda ketika ketinggian air bertambah. Tanda tersebut akan muncul pada notifikasi di aplikasi Telegram. Yohana menambahkan, ketika lomba berlangsung, proses demo tidak bisa menggunakan air karena kemungkinan wadah persegi panjang penutupnya tidak rapat yang mengakibatkan kebocoran.

“Kami tidak bisa pakai air karena sebelumnya sudah kami coba, dan akhirnya malah bocor. Kebocoran dapat mengurangi nilai pada waktu lomba. Untuk mengatasi hal itu, kami menggunakan tangan. Sensor ultrasonic dapat membaca ketinggian tangan kita. Pada ketinggian tertentu, robot ini akan mengirimkan notifikasi ke Telegram,” tambah Yohana.

Selaku pembimbing, Yohana mengaku bahwa Arif dan Sachiko kerap merasa kurang percaya diri setelah melihat hasil rakitan peserta lain jauh lebih bagus dari milik mereka. Melihat hal itu, Yohana kembali mendorong dan memotivasi mereka tentang tujuan utama mereka mengikuti lomba ini.

Selain mempelajari bahasa pemrograman, Arif dan Sachiko juga belajar tentang public speaking untuk mempresentasikan Alat Pendeteksi Banjir tersebut pada waktu lomba. Dalam proses pembelajaran tersebut, ada beberapa anggota tim pembimbing yang ikut andil mendampingi, di antaranya Febrina Heru Aryati, Fajar Wibowo, dan Yohana. (*)

“Berkat bimbingan secara intensif dari ROBOTA MIM PK Kateguhan Boyolali ini mampu menjadi Juara Kompetisi Robotik Madrasah tahun ini, kami melakukan proses pendampingan lomba karena sekolah-sekolah yang sudah bekerjasama dengan kami akan menjadi prioritas utama. Sehingga hasil pembelajaran Ekstrakurikuler di sekolah akan memiliki dampak yang luar biasa bagi siswa dan sekolah”, ujar Ananta Dwi Rajasa selaku Direktur Robota.

Ananta Dwi Rajasa membuka peluang kepada sekolah-sekolah atau Madrasah untuk ikut bergabung bersama Robota untuk membina kegiatan Ekstrakurikuler Robotik disekolahnya. Anda bisa melihat pada halaman berikut mengenai Juara-Juara lomba robot yang dibimbing oleh Robota, Bagi anda yang ingin bertanya silahkan menghubungi di nomor 08562826541.

(rs/aya/per/JPR)

Sumber: Radar

News & Events Terbaru

Cara Daftar Paytren Pendaftaran Merek Toko Bunga Murah Cuci Sofa Murah Pendaftaran Bisnis Paytren Pendaftaran Bisnis Paytren Treni Pendaftaran Bisnis Paytren Pendaftaran Bisnis Paytren Bisnis Paytren Cuci Sofa Jakarta Bekasi Cara Daftar Paytren Pendaftaran Bisnis Paytren Jual Genset Murah Daftar Paytren Jasa Pembasmi Rayap Jasa Ekspedisi Manado Promo Diskon Suzuki Surabaya Tempat Daftar Paytren Resmi Jual Obat Herbal Alami Cara Daftar Paytren dan Tempat Bimbingan Daftar Paytren Resmi Jual Kayu Dolken gelam Murah Pendaftaran Merek Dagang Distributor Fiberglass Murah Rental Multimedia Toko Bunga Surabaya Murah Percetakan Murah Tukang Taman Surabaya Green Bay Pluit Sparepart Aerators Rental Mobil Jogja Toko Mainan Kayu Edukasi Anak Jasa SEO Murah Pipa HDPE Rental Mobil Mewah Sewa Alat Berat Pendaftaran Paytren Raja SEO Bisnis Baru Kubus Apung Dermaga Apung Jasa Huruf Timbul Destinasi Wisata Peluang Bisnis Baru Bitcoin Mining Jasa Prewedding Trading Forex Sewa Mobil Rental Mobil Mobil Murah Toko Bunga Florist Surabaya
Home | Tentang Kami | Kursus & Pelatihan | Tanya Jawab | Toko Robot | MAP
Copyright © 2017 ROBOTA. All Rights Reserved. Waralaba | Franchise | Kemitraan | Peluang Usaha