Yayasan Kristen Kalam Kudus Solo Gelar Festival Sains ke 4

Yayasan Kristen Kalam Kudus Solo Gelar Festival Sains ke 4, Membuat robot memang merupakan suatu keasyikan tersendiri bagi seseorang yang memiliki hobi mengutak-atik khususnya benda elektronik. Hal ini seperti yang diamati oleh Trimanto, seorang pimpinan sekolah robot cabang Solo, Robota.

Keasyikan ini, beberapa tahun terakhir juga sudah mulai menjangkau anak-anak sekolah dari usia playgroup sampai SMA. Bahkan di beberapa sekolah ada yang memiliki ekstrakurikuler rakit robot.

Melihat potensi siswa dalam hal ini, Yayasan Kristen Kalam Kudus cabang Surakarta menggelar Festival Sains. Agenda tahunan ini sudah merupakan kali keempat pada tahun ini.

Festival ini diadakan secara bertahap dengan mengusung berbagai macam lomba. Hari ini (1/10), sebanyak 8 tim dan 12 peserta perorangan yang merupakan siswa SMP yang berasal dari Kota Solo dan Yogyakarta mengikuti lomba merakit dan memprogram sebuah robot di SMA Kristen Kalam Kudus, Solo Baru yang diselenggarakan oleh Robota Robotics School.

Disampaikan seorang peserta bernama Edo Sigit Aditya dari SMP Kristen Kalam Kudus kelas VIII, ia mengikuti lomba ini karena ingin menciptakan sebuah robot lagi. “Sebelumnya saya sudah pernah membuat robot juga ketika mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Karena saya baru saja mengikuti ekskul, saya ingin menguji diri saya sendiri,” ungkapnya.

Edo mengaku, tingkat kesulitan tertinggi terletak pada pemrograman. “Biasanya, apa yang sudah diperintahkan lewat komputer kadang meleset ketika dipraktekkan. Maka dari itu harus melalui proses uji coba dengan cermat,” tambahnya sambil terus mengutak-atik sistim pemrograman robotnya di komputer.

Trimanto, yang juga ketua panitia lomba membuat robot ini mengatakan bahwa proses perakitan, pemrograman, dan uji coba robot sebelum dinilai, diberi waktu selama 2 jam. “Penilaiannya berdasarkan laju robot apakah sesuai dengan lintasan atau tidak. Nilai yang mereka dapatkan berasal dari poin yang mereka pilih di lintasan tersebut,” terangnya. Ia menambahkan, apabila robot melewati garis batas, poin dikurangi 20 poin. Sedangkan ada beberapa lingkaran berwarna dalam lintasan tersebut yang menunjukkan nilai yang bisa mereka dapatkan jika mereka melewati lingkaran tersebut. Untuk lingkaran berwarna biru, nilainya 50 poin. Sementara Untuk lingkaran berwarna hijau, poinnya 100. “Jika bisa mencapai finish, poin ditambahkan 200,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan membuat robot dapat melatih anak untuk berlogika dan memecahkan suatu masalah. “Setiap masalah pasti ada berbagai macam cara untuk memecahkannya. Lewat lomba ini, anak diajak untuk berpikir dengan logika mereka sendiri mengenai cara pemecahan masalah yang paling efektif dan efisien,” ujarnya. (sumber : Niar)


News & Events Terbaru

Home | Tentang Kami | Kursus & Pelatihan | Tanya Jawab | Toko Robot | MAP
Copyright © 2017 ROBOTA. All Rights Reserved. Waralaba | Franchise | Kemitraan | Peluang Usaha
Jasa SEO Murah Pipa HDPE Rental Mobil Mewah Ki SEO Pembesar Penis Pendaftaran Paytren Raja SEO Bisnis Baru Kubus Apung Dermaga Apung Jasa Huruf Timbul Distributor Pipa HDPE Promo Mobil Honda Solo Peluang Bisnis Baru Bitcoin Mining Jasa Prewedding Trading Forex